Ekonomi umat islam dalam taraf pemikiran mayoritas, sekedar berjualan minyak wangi, buku, madu, habbatus sauda`, atau kaus bergambar Jihad.
Sebagian umat Islam ada yang punya semangat menggebu untuk membentuk khilafah Islamiyah, sebagaimana selama 14 abad ini kita pernah memilikinya.
Cuma ketika kita tanya, apa saja yang sudah kalian persiapkan untuk terbentuknya khilafah itu, semuanya hanya diam. Sebab yang terpikir di benak mereka, cukup dengan kampanye menegakkan khilafah, tiba-tiba besok pagi khilafah sudah ready for use.
Salah satu sendi sebuah khilafah, bahkan sebuah negara, dan dalam ruang lingkup yang lebih kecil lagi, sebuah organisasi, masalah kekuatan ekonomi menjadi sesuatu yang sangat krusial.
Dan salah satu kelemahan paling mendasar dari umat Islam adalah justru pada masalah ekonomi. Jangankan memiliki, sedangkan untuk sekedar mengatasi rasa lapar saja, jutaan umat Islam di berbagai belahan negeri masih menggantungkan harapan dari belas kasihan orang lain.
Para taipan Yahudi ini bekerjasama saling bantu untuk mengumpulkan dana yang tidak sedikit, untuk membantu kampanye para presiden di seluruh dunia. Ketika presiden itu naik tahta, maka kompensasi yang didapat Yahudi puluhan bahkan ratusan kali lebih besar dari modal yang sebelumnya mereka benamkan.
Sementara umat Islam, jangankah menguasai aset di negerinya sendiri, sedangkan sekedar mau bikin hajatan ormasnya saja, harus mengedarkan proposal kesana kemari, minta-minta sponsor dan sumbangan dana. Artinya, sekedar mau menyatakan bahwa ormas itu ada, masih harus dipapah oleh pihak lain.
Jadi bagaimana mau bikin khilafah kalau bikin sekolah saja tidak mampu? Bagaimana mau menegakkan daulah kalau membiayai hidup jamaah saja harus mengemis?
Kaum Yahudi sudah sampai ke level bekerja secara sistematis. Mereka dirikan begitu banyak perusahaan multi nasional yang menguasai hajat hidup orang banyak, sebagai penopang dan tiang penyangga negara impian mereka.
Ekonomi umat islam dalam taraf pemikiran mayoritas, sekedar berjualan minyak wangi, buku, madu, habbatus sauda`, atau kaus bergambar Jihad.
Untuk mendirikan `khilafah` Yahudi yaitu negara Israel, para konglomerat Yahudi membangun basis perusahaan kelas muliti nasional. Ada banyak keuntungan yang mereka peroleh dari sekian banyak perusahaan, selain masalah keuntungan secara finansial.
Misalnya, mereka bisa atur biar semua penguasa dunia bertekuk lutut dan mencium jempol kaki mereka. Para penguasa dunia itu akan memohon-mohon kepada para konglemerat Yahudi agar perusahaan multi nasional itu mau mendirikan cabang di negara masing-masing.
inspirasi : http://fimadani.com/bercermin-dengan-yahudi/

No comments:
Post a Comment